2. Variasi Kata Asu dalam Bahasa Jawa (credit: unsplash) Dalam bahasa Jawa sendiri kata asu ternyata mempunyai beberapa variasi kata. Ya, seperti yang kita tahu bahasa Jawa merupakan salah satu jenis bahasa daerah yang mempunyai sistem tingkatan atau kerap disebut unggah-ungguh. Meski begitu, dalam konteks ini apa arti asu tetap satu yaitu
dari kata "kaya apa" yang dalam bahasa Jawa standar berarti "seperti apa") Selain itu. salah satu ciri lain dari bahasa Jawa dialek Surabaya, dalam
Unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama: madya ada di antara ngoko dan krama. Sebelumnya, madya dibagi menjadi tiga: madya ngoko, madya krama, dan madyantara. Namun, beberapa buku tidak bersependapat dengan penguraian madya krama dan madyantara . Catatan: pada contoh di bawah, kata ngoko dicetak tebal dan digarisbawahi, kata krama dicetak tebal
Terjemahan dari "bahagia" ke dalam Jawa Contoh kalimat terjemahan: 2: Bagaimana Caranya Agar Bahagia? —igw hlm. 22 ¶1-3 (5 men.) ↔ 2: Donga sing Dimirengké Gusti Allah—ll kaca 24-25 (5 men.) bahagia
UPACARA ADAT JAWA “MANTU”. Mantu kuwi tegese nduwe gawe ngomah-ngomahake putra putrine kang wis diwasalan mampu nguripi awake dheweke.Diarani ngomah-omahake amarga cara nyawijekaken puterine karo kakunge kang banjur manggon saomah lan urip bebarengan ing madyaning bebrayan .Kajaba kuwi uga kaajab supados mengkone kagungan putra kang saged
Di luar wilayah Pulau Jawa, bahasa Jawa merupakan subdialek atau dialek jika dibandingkan dengan dialek Solo-Yogya. Perbedaan subdialek (42%) ditunjukkan oleh bahasa Jawa di Provinsi Kalimantan Timur. Adapun perbedaan dialek (52—60%) terdapat dalam perbandingannya dengan bahasa Jawa di Provinsi Jambi, Provinsi NTB, dan Provinsi Aceh.3. Terbagi ke Dalam Beberapa Strata. Dalam masyarakat Jawa, terdapat beberapa tingkatan pilihan dalam penggunaan bahasa Jawa. Jenjang itu mulai dari bahasa yang kasar hingga bahasa yang halus. ADVERTISEMENT. Dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat Jawa, terdapat tiga ragam bahasa, yaitu ngoko, madya, dan krama.
OQnuik.